Catatan Malam untuk Sang Kekasih

Hanya dua kata yang bisa mewakili semuanya yaitu "Rindu Kekasih". Sudah berapa lama aku tak berjumpa dengannya, jika dihitung dengan jari tangan tak cukup untuk mewakili waktu yang  lama itu. Malam itu pertemuan pertama ketika aku dan dia dipertemukan oleh Tuhan. Malam yang sungguh indah, tanpa tetesan hujan serta banyaknya bintang-bintang kecil, di langit Jakarta yang sangat tebal dengan polusi ini.
Tatapan indah, senyuman yang manis serta sentuhan lembut ketika pertama kali dia menjabat tanganku, disaat itu pulalah hatiku mulai berlabuh. Ada satu pertanyaan konyol yang ku tanyakan pada diriku sendiri. Apakah aku jatuh hati kepadanya? Tapi entahlah, aku pun tak tau apa yang sedang terjadi pada diriku. Hari-hari setelah pertemuan malam itu kulalui dengan begitu bahagia, yaahh tentu saja dengan seringnya aku menghabiskan waktu dengan dia.
Aku mulai menyadari bahwa yang kurasakan pertama itu memang benar adanya, aku jatuh hati padanya.  Aku mengucap syukur pada Tuhan karena telah mempertemukan aku dengan sang kekasih. Hari demi hari, minggu demi minggu sampai bulan demi bulan telah kami lalui, tapi satu hal yang sangat aku sayangkan. Kami harus dipisahkan hanya karena tuntutan kehidupan. Aku harus pergi dari kota kelahiranku demi menuntut ilmu, yah untuk kehidupanku kelak sih.
Malam itu aku berat hati untuk memasukkan barang-barang ke dalam tas yang dipersiapkan untuk keberangkatan besok paginya. Sayangnya, hari terakhir aku di kota kelahiranku, aku tidak bisa bertemu dengannya. Karena jarak antara rumahku dan rumahnya terlalu jauh. Paginya aku langsung meninggalkan kota kelahiranku.
Sampainya aku di kota yang baru itu aku masih tetap berhubungan baik dengannya. Komunikasi yang harus dijaga sebaik mungkin dan kepercayaan yang saling dipegang satu sama lainnya.  Jika aku boleh jujur, sangat susah ketika aku menjalin hubungan yang dibatasi oleh jarak tersebut. Tiba-tiba saja, ketika aku menginjak bulan ke tiga di kota yang baru ini kekasihku menghilang tampa jejak. Komunikasiku dengannya tidak ada lagi, sudah cukup sampai di sini. Aku heran, apa yang membuat dia menghilang dengan sendirinya, aku telah menanyakan tentangnya pada yang lain, tapi tak ada jawaban yang dapat memuaskan pertanyaanku ini.
Sudahlah,,, mungkin dia bukan orang yang terbaik buatku. Tapi saat ini aku merasa rindu akan hadirnya dia lagi. Rindu Kekasih

Jakarta, 31 Maret 2014
Rumput Laut

Comments